Mengaktifkan Fitur Tulis dan Baca Format NTFS di Mac OS X Snow Leopard

Tidak seperti pendahulunya Mac OS X 10.5 Leopard yang hanya bisa membaca file NTFS (read only), Snow Leopard (10.6) memiliki kemampuan secara native untuk membaca dan menulis file di hardisk dengan format NTFS. Anda hanya perlu mengaktifkannya saja karena secara defaultnya hanya mampu membaca tanpa bisa menulis. Fitur ini akan sangat berguna jika anda juga menggunakan fasilitas Boot Camp untuk menginstall Microsoft WIndows berdampingan dengan Mac OS X anda. Walaupun saya sendiri udah jarang sekali megang windows (dan tentu saja saya lebih memilih ubuntu yang berdampingan dengan Mac OS X daripada dengan windows :D )

Langkah-langkah aktifasi fitur read and write NTFS di Mac OS X Snow Leopard (10.6) sebagai berikut :

  1. Backup file berikut : /etc/fstab (jika ada, normalnya tidak ada saat anda instal Snow Leopard)
  2. Buka aplikasi Terminal anda dan ketik sudo nano /etc/fstab
  3. Anda akan masuk ke menu editor nano. Kemudian ketik UUID=nomor_uuid_dari_partisi_ntfs_anda none ntfs rw (Kode nomor_uuid_dari_partisi_ntfs_anda dapat dilihat dengan menggunakan aplikasi Disk Utility : Buka Aplikasi Disk Utility -> Pilih hardisk -> Pilih partisi -> klik info )
  4. Ulangi langkah ke 3 jika anda punya hardisk atau partisi NTFS lain yang ingin di mount dengan fitur read and write
  5. Simpan hasil edit dengan menakan tombol CTRL-O terus ENTER dan keluar dengan CTRL=X

Catatan : Kode nomor_uuid_dari_partisi_ntfs_anda juga bisa diketahui dengan cara Ketik kode berikut di aplikasi Terminal : diskutil info /Volumes/volume_name (volume_name adalah hardisk/partisi NTFS)

Terakhir dan yang paling penting, risiko ditanggung sendiri-sendiri gan… :mrgreen: makanya berdoa sebelum bekerja :D

DNS anti porno dari Nawala

Pornografi di dunia internet adalah rajanya content dan trafik, Kalau anda cukup mengikuti beberapa survei di US maka sebagian besar tujuan browsing adalah situs-situs porno dan dewasa. Kondisi ini tidak bisa dihindari karena pada kenyataanya bisnis porno di internet sangat menguntungkan; trafik besar, dicari semua golongan, dan memiliki efek “kecanduan” semuanya jika digabungkan dengan marketing yang baik hasilnya adalah sponsor dan affliasi yang mendatangkan banyak uang.

Kondisi diatas tentu akan membuat isi internet tambah “becek dan berliur” sehingga banyak cara dilakukan oleh negara dan ISP untuk ngeblok situs-situs porno dan dewasa, tak terkecuali negara super power dan super liberal sekelas Amerika Serikat yang juga keuh keuh melindungi negaranya dari gempuran pornografi, terutama untuk sekolah dan lembaga masyarakat.

Di Indonesia tercinta ini tentu perang terhadap pornografi bukan hal baru, banyak tool dan program sudah dibuat oleh perusahaan IT dan komunitas untuk memfilter konten-konten porno dan dewasa. Dan sekarang ada DNS Nawala hasil kerjasama antara Telkom dan AWARI (Asosiasi Warung Internet Indonesia).

DNS Nawala sejak awal dirancang atas masukan langsung dari komunitas internet dan masyarakat umum yang menjadi pengguna fasilitas DNS ini. Pengguna internet dapat mengusulkan kandidat situs black list seandainya menjumpai konten negatif yang belum terblokir. Tapi dengan list domain porno yang mungkin sudah mencapai jutaan maka pasti akan akan sulit untuk memblokir semuanya.

Kenyatan ini belum ditambah website “normal” semisal portal berita dan lifestyle yang juga sering memberikan informasi yang berbau pornografi. Bahkan kalau kita jeli, forum-forum besar di indonesia semacam kaskus pun yang menjadi penyedot trafik pengunjungnya adalah forum longue yang sering berisi gamba-gambar porno atau biasa dikenal dengan sebutan BB 15+, BB 17 +, BB 21 + dan BB plus plus yang lain.

Pornografi tidak akan pernah hilang dari internet karena adalah “kebutuhan” dan “order” dari pengguna internet, dan dimanapun ada kebutuhan dan orderan maka akan ada yang menyediakan.

Bukan membuat pesimis tapi menyadarkan bahwa perang terhadap pornografi bukan perang sekali menan